1. Kali ini Saya mau ngultwit tentang "Teknologi, Efisiensi dan Politik"
2. Kita sudah sama-sama sadar, bahwa teknologi makin maju seiring waktu. Makin hari, makin ada hal baru yang makin canggih.
3. Di tahun 1990an, kita mengenal disket dengan kapasitas kurang dari
2MB. Skrg ada Ext HD 2 terrabyte. FD yang murah pun bisa 64GB. Sadis
4. Kita sudah sama-sama sadar, bahwa teknologi makin maju seiring waktu. Makin hari, makin ada hal baru yang makin canggih
5. Kecanggihan teknologi ini, juga berdampak pada perubahan peta perilaku manusia. Yang paling terasa ada pada sektor bisnis.
6. Dahulu,seprang pebisnis harus menempuh perjalanan untuk melakukan
presentasi bisnis ke client. Sekarang ada teknologi streaming. Hemat.
7. Dulu, untuk memvisualisasikan lahan proyek, perlu difoto, dicetak,
lalu dikirim lewat ekspedisi dokumen. Skrg tinggal, jepret and send!
8. Dulu, untuk mengkordinasikan banyak orang, kita butuh tempat dan
alokasi waktu, sekarang kita hanya butuh grup whatsapp. Semua beres.
9. Teknologi memangkas biaya proses. Dan inilah yang terjadi pada bisnis. Semua hal makin murah. Makin terjangkau.
10. Teknologi membuat marketplace menggeser kedigdayaan Mall2 besar.
Marketplace seperti bukalapak dot com, dikunjungi 1,5 jt orang per hari.
11. Jika anda harus membangun mall yang cukup dikunjungi 1,5 juta orang
per hari? Seberapa luas lahan parkir yang harus anda sediakan?
12. Dengan teknologi, semua jadi murah, ringkas, dan siapapun bisa
"main". Siapapun bisa hadir bertarung. Semua kalangan bisa jangkau.
13. Intermezo : dulu penyanyi harus terkenal lewat Asia Bagus, atau
festival nyanyi di TV nasional, sekarang banyak yang beken via youtube.
Fact!
14. Semua terjadi karena teknologi mempengaruhi perilaku manusia.
Sayangnya kita hanya melihatnya berdampak pada ekonomi saja. Padahal...
15. Padahal ia juga berdampak pada cara kita berpolitik. Termasuk berdemokrasi. Termasuk dalam perilaku manusia dalam election.
16. Saya ingin masuk pada tahapan bagian berikut dari kultwit ini : faktor teknologi dalam efisiensi political cost.
17. Setiap saya berbincang dengan sahabat-sahabat yang sedang aktif di
politik praktis, mereka selalu muter-muter di 'duit'. "Demokrasi mahal".
18. Setiap saya sampaikan visi saya yang amat kuat akan negeri ini,
mereka menasehati : "kumpulin uang banyak-banyak, pemilu mahal!"
19. Maka ijinkan saya untuk memahamkan suatu hal saya yakini : "berpolitik di masa yang akan datang akan teramat murah"
20. Ongkos menang pemilu menjadi mahal karena infrastruktur yang tidak efisien. Kita butuh media besar untuk building awareness.
21. Kita butuh sumber daya fisik untuk memobilisasi dukungan. Semuanya
jadi mahal. Terlebih medan Indonesia yang luas dan menyebar.
22. 400an kabupaten dan kota. Ribuan desa. Tentu ini butuh logistik yang gak karuan besarnya.
23. Tapi itu hari ini, kita harus sadar bahwa percepatan teknologi juga berdampak pada ketersambungan komunikasi.
24. Dulu mobile phone adalah barang langka. Namun sekarang, jumlah mobile phone sudah menyamai jumlah penduduk negeri ini.
25. Itu baru pengguna HP. Yang basisnya text (sms) dan voice. Belum lagi pertumbuhan smartphone : 3 juta smartphone per bulan.
26. Smartphone berarti gadget yang memiliki fitur email, web connected, youtube, dan seabrek aplikasi lainnya. Ini luar biasa.
27. Gak pake nunggu lama, data nielsen sudah menunjukkan penurunan
hampir 45% penonton di primetime. Orang udah gak nonton TV, mereka
nonton youtube.
28. Dahulu kita takit ketinggalan acara TV. Skrg gak tuh, kita bisa
tonton ulang di youtube. Pasar iklan bergeser. TV gak "works" lagi.
29. Artinya, dominasi media besar akan tergeser oleh media yang lebih
flat dan alami : social media. Content dari people, untuk people.
Dahsyat.
30. Imajinasi saya, kita hari ini butuh media besar untuk kampanye, tapi di masa depan, kita tidak butuh itu lagi.
31. Dimasa depan nanti, seorang pemilih akan mencari informasi tentang calon legislatif atau presiden via media independen.
32. Seorang caleg atau capres cukup upload pemikirannya di medsosm dan
wuuzzz, semua bisa akses fikirannya. Dan semua bisa menilai.
33. Hari ini kita mengeluhkan tentang pemilih cerdas dan gak cerdas. Di masa depan nanti, saya rasa semua orang jadi cerdas.
34. Semua orang cerdas bukan karena pendidikan tingginya, tapi karena source informasi yang tersedia begitu mudah.
35. Sekarnag kita faqir wifi. Tidak semua tempat coverage wifi. Tapi
suatu hari nanti, 1 negara ini bisa terkoneksi secara gratis. Trust me.
36. Dulu pulsa kita habis karena sms-an. Sekali kirim 250 rupiah.
Sekarang ada WA,BBm,line dan kawan2. Texting jadi murah. Bahkan no cost.
37. Inti dari semua pemahaman yang saya berikan malam ini adalah..
politik akan terimbas teknologi, sama seperti bisnis. Semua jadi
efisien.
38. Saat ini, yang bisa menari-nari di panggung politik adalah yang
banyak uang, namun dimasa depan, mereka yang memiliki isi lah yang
menang!
39. Seperti GoJek yang menggilas sistem Ojeg konvensional. Dimasa depan
nanti akan hadir GoParty yang akan menggilas partai konvensional.
40. Setiap pemilih akan menjadi pemilih cerdas yang bebas memilih.
Mereka dapat mengakses apapun yang mereka mau akses. Tinggal kuat2an
konten.
41. Di masa depan nanti, tidak ada lagi bisa beli suara. Semua pemilih
sudah cerdas. Track record calon legislatif dan capres ada scr digital.
42. Capres di 10-20 tahun nanti, tinggal dilihat aja track record
twitternya, facebooknya, apa pemikiran-pemikiran mereka untuk bangsa
ini.
43. Maka saudaraku, bersiaplah untuk proses demokrasi yang murah dan
terjangkau. Jangan berkecil hati, uang bukan masalah. Tinggal "isi".
44. Dengan pola teknologi yang makin pesat, proses deliveri ide jadi murah. Tinggal masalahnya : idenya ada gak? #nusuk
45. Dari sekarang, bangunlah ide dan wacana yang kuat tentang bangsa ini. Bangun jejaring. Bangun posisi di dunia digital.
46. Ridwan Kamil di Bandung telah membuktikan, betapa murahnya proses
politik yang dia lakukan. Kombinasi ide, metode digital dan relawan.
Klop!
47. Bismillah, sekali lagi, saya amat teramat yakin, uang bukan lagi penentu kemenangan politik.
48. Jangan menang pake uang, apalagi uang orang, ntar habis menang
bingung ngembalikannya. Akhirnya korupsi, cari kickback proyek sana
sini.
49. Sudah saja, bismillah, menang terhormat, karena ide, karena wawasan,
karena kapasitas, karena jaringan, bangun dari sekarang. Berencana!
*dari twitter @erdin034 (Sabtu, 29/8/2015)
Minggu, 30 Agustus 2015
Sebab-Sebab Bahagia
Merinding nih... Surat Mantan Pendeta yg Masuk Islam Karena Membaca Buku "Sebab-Sebab Kebahagiaan" karya Asy-Syaikh Abdurrozzaq
Sungguh benar bahwa rahasia hidayah hanyalah di tangan Allah. Tidak ada yang menyangka seorang pendeta yang menjadi misionaris puluhan tahun berdakwah di pedalaman –menyeru kepada kesyirikan dan kekufuran- akhirnya masuk Islam di akhir hayatnya hanya karena sebuah buku saku "Sebab-Sebab Kebahagiaan".
Buku itu merupakan transkrip dari ceramah yang disampaikan oleh Fadilatus Syaikh Abdurrozzaq hafizohulloh di mesjid Al-Istqlal pada tanggal 17 januari 2010 M (1 Shafar 1431 H), yang dihadiri lebih dari 100 ribu jama'ah.
Allah menghendaki kebaikan bagi pendeta ini (Robert) yang terus berusaha mencari kebenaran….akan tetapi beliau sekarang telah meninggal dunia –semoga Allah merahmati beliau dengan rahmatNya yang seluas-luasnya, memaafkan dosa-dosanya dan memasukannya kedalam surgaNya-.
Akan tetapi sebelum ia meninggal, ia sempat menulis sebuah surat yang ia tujukan kepada Fadilatus Syaikh Abdurrozzaq hafizohulloh, yang sungguh surat tersebut ditulis dari sanubari yang paling dalam. Surat yang ringkas akan tetapi sarat dengan faidah-faidah yang menakjubkan.
Ia bahkan tak sempat mengirimkan surat tersebut –mungkin karena sakit yang dideritanya-, akan tetapi surat tersebut ditemukan oleh saudaranya –yang non muslim- ditumpukan buku-bukunya sebulan setelah wafatnya, lalu dititipkan kepada salah seorang dai yang berdakwah di pedalaman. Lalu akhirnya pada tanggal 16 Agustus kemarin surat tersebut –alhamdulillah- akhirnya sampai ke tangan saya tatkala saya mengunjungi kota Balikpapan, dan alhamdulillah surat tersebut telah sampai kepada Fadilatus Syaikh Abdurrozzaq hafizohullah
Berikut isi surat tersebut.
بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله
Kepada yang saya cintai karena Allah Tuan Syaikh Abdurrozzaq semoga Allah memberkahi anda.
Perkenalkan nama saya Robert Tanhu Mangkulang dengan nama Islam Abdurrahman al Islami 58 tahun, berasal dari suku Dayak Kalimantan.
Sebelumnya saya minta maaf bila mengganggu waktu anda dan aktifitasnya. Saya ingin menceritakan kisah singkat tentang kehidupan saya dan juga harapan saya di akhir hidup saya yang tersisa.
Saya masuk Islam pada tanggal 15 Desember 2011, mulanya saya masuk Islam dan mengenal Agama Islam karena keraguan agama yang saya yakini, di keluargaku 6 bersaudara semuanya berbeda agama, ada hindu paganisme, kristen katholik dan protestan, tapi tidak ada satu pun yang masuk Islam karena keluarga kami menganggap Islam agama yang rumit dan sulit.
Selama 30 tahun lebih saya menjadi misionaris protestan, pastor dan terakhir menjadi kepala gereja di seluruh kota di Kalimantan, tepatnya di Kutai Barat, selama itu pula saya diberikan kecukupan rezeki harta dan jabatan yang layak karena itulah tujuan para pendeta, dari keenam kali pernikahan saya tidak dikaruniai anak keturunan, harta yang saya punya dipakai untuk bersenang-senang dan habis di meja judi.
Di akhir masa tua ini saya merasa takut dan gelisah dengan agama yang saya yakini yaitu kristen protestan. Tidak membawa ketenangan dan ketentraman, sebelum saya mengenal Islam ini saya meneliti dan membanding-bandingkan kitab-kitab injil saya dengan kitab yang dulu, ada sisi yang kontradiktif antara satu dan lainnya, ditambah lagi saya ingin menghabiskan masa tua di tempat kelahiran saya.
Sebulan kemudian saya memutuskan untuk pergi meninggalkan gereja demi niat saya untuk pindah mencari ketenangan hati. Singkat cerita kami, yaitu saya dan murid saya yang mengantar sampailah di satu pelosok kabupaten Paser yang mayoritas 90 prosen adalah penganut paganisme dan animisme, namun selama puluhan tahun ditinggalkan ada sedikit berbeda, ada beberapa orang yang masuk agama Islam diantaranya mantan mertua yaitu bapak istri saya ketiga ternyata sudah menjadi muslim.
Seperti biasa di pagi hari saya selalu berkeliling untuk berolahraga, sengaja saya melewati rumah bekas istri saya karena penasaran kami berdiskusi dan berdialog dengan mereka, padahal dulu mereka adalah orang-orang yang nakal dan brutal namun ada perubahan drastis dengan sikap perilaku dan penampilan yang islami.
Tuan Syaikh Abdurozzaq desa kami desa terisolir dan jauh dari keramaian, selama puluhan tahun tidak ada da’i atau ustadz yang masuk ke pedalaman, lalu saya tanyakan kepada mereka apa yang menyebabkan mereka masuk Islam? Mereka bercerita ada seorang pemuda jawa yang datang dari kota kecamatan selalu datang membawa alat penghisap darah penyakit dan mengamalkan agamanya, karena keramahan dan budi pekerti yang baik mereka belajar, dari mulai 2 keluarga yang masuk Islam hingga 30 keluarga (setara 40 orang dewasa 18 anak kecil) yang belajar tentang agama Islam.
Selesai berdialog mereka memberi buku kecil berjudul “Sebab-Sebab Kebahagiaan” karya Syaikh Abdurozzaq dan buku Bekam Sunnah Nabi dan Mukjizat Medis. Sampai di rumah sebelum tidur saya membaca dan merenungi tiap makna dari lembaran buku itu, entah kenapa badan saya merinding, dada bergemuruh karena takjub dengan penjelasan kebahagiaan yang saya cari selama ini.
Puluhan tahun saya berkhotbah di hadapan jamaah, baru kali sekarang saya mendapat suatu kata indah walaupun ada beberapa yang kurang dimengerti dalam bahasanya tapi saya faham akan maksud dan tujuan si penulis.
Keesokan harinya saya bertemu dengan teman-teman di desa untuk menanyakan kapan pemuda itu kembali akan datang? ternyata hari itu mereka sudah ada janji untuk menjemput lewat sungai karena daratan berlumpur setelah hujan lebat.
Setelah ketemu kami yaitu saya mengutarakan niat saya untuk memeluk agama Islam maka dengan keyakinan yang kuat saya mengucapkan syahadat di hadapan 8 laki-laki dewasa dan 4 wanita walaupun agak sulit karena saya belum terbiasa dan tidak bisa maka saya dituntun untuk membaca “Laailaha illallah Muhammad Rasulullah”.
Pemuda tadi memegang erat tangan saya dan memeluknya tubuh ini dengan haru lalu dia ucapkan “Bapak sekarang menjadi saudara saya dalam Islam maka berbahagialah bapak dengan jaminan Allah, bahwa dengan taat kepada perintah Allah dan Rasul-Nya kita akan bertemu di surga”
Setelah itu kami berbincang dan berbagi pengalaman, dan saya tanyakan kepada pemuda ini dimana saya bisa bertemu dengan penulis ini buku, sambil menunjukkan buku yang saya bawa. Ternyata pemuda ini pun belum pernah bertemu atau melihat langsung Syaikh Abdurrozzaq, dia hanya mendengar suara di radio swasta sebelum dia merantau ke Kalimantan, bahkan bila ada kunjungan penulis buku ini dia tidak bisa hadir karena kemampuannya untuk datang ke Jakarta.
Dua minggu kemudian dia datang kembali membawa buku-buku pelajaran cara praktis membaca al-Quran dan papan tulis, sekaligus memberi kabar gembira bahwa Syaikh Aburrozzaq akan datang bulan Februari di Jakarta tahun 2012, maka saya katakan ke padanya “Mari kita berangkat ke Jakarta, masalah ongkos saya yang akan tanggung, bawa juga keluargamu”. Namun dia menolak dengan alasan bahwa dia mengajarkan agama bukan karena harta dan iming-iming materi dunia, tapi saya bersikeras untuk memberi dia uang. Selama dua tahun naik turun bukit pemuda ini hanya digaji dengan ikan dan pisang sedangkan saya diberi sesembahan para jamaah setiap minggu.
Akhirnya dia menerima dan membelikan tiket untuk keberangkatan kami di bulan Februari 2012 bersama keluarganya.
Sejak saat itu kami belajar dan saya pun belajar dengan sungguh-sungguh akan kebaikan Islam, umumnya di suku kami tidak ada paksaan untuk memeluk agama lain karena perbedaan agama boleh asal jangan mengganggu adat istiadat yang ada di desa kami yang mayoritas hindu paganisme.
Di pagi hari badan saya sakit semua, hernia kambuh dan seluruh kaki terasa berat digerakkan, dengan bantuan tetangga dibawa ke poliklinik terdekat lalu saya diobati dengan obat-obatan seadanya karena klinik kampung yang ada di desa tidak ada petugas yang jaga itupun yang mengobati adalah bidan kampung/dukun anak.
Seminggu kemudian pemuda ini datang dan berniat untuk menjemput saya ke rumahnya serta tinggal beberapa hari di rumah samping mushola, namun takdir berkata lain jangankan untuk jalan, berdiripun tak mampu. Pemuda ini membacakan beberapa do’a dan dia meminta madu dan air serta diminumkan kepada saya, sore harinya saya agak membaik, bisa jalan tertatih-tatih, saya minta ijin tidak hadir dalam pengajian iqro dan ia pun mengerti.
Saya mengatakan kepadanya bahwa saya tidak bisa bertemu atau datang ke jakarta, sampaikan salam dan tolong tuliskan rasa terima kasih kepada Syaikh Abdurozzaq, saya akan ke rumah teman yang ada di kabupaten untuk melihat tayangan langsung, kebetulan dia mempunyai parabola. Akhirnya pemuda ini berangkat bersama keluarganya ke jakarta, ada seorang ibu yang menitipkan barang untuk Syaikh berupa tas karena kecintaan beliau kepada tuan Syaikh Abdurrozzaq.
Hari minggu 19 februari 2012, hari itu saya sangat senang melihat wajah anda Syaikh Abdurrozzaq, walaupun ada gangguan dan sinyal yang buruk tapi ada pelajaran yang bisa diambil “bahwa bila kita ingin meraih cinta Allah harus mendahulukan perintah-perintah-Nya”. Saya ingin sekali mendengar tapi suara, gambar dan tayangannya tersendat-sendat, sehingga waktu itu saya jadi berfikir kenapa saya tidak memaksakan berangkat ke jakarta.
Tuan Syaikh Aburrozzaq sejak itu pula saya mulai mengerti arti kehidupan dalam pandangan Islam bahwa dunia hanya sementara sedangkan akhirat kekal dan abadi.
Ada kejadian yang membuat saya miris dan sedih, pemuda tadi dicegat dan diinterogasi oleh sebagian aparatur desa, yang ironisnya mereka adalah muslim, mereka menganggap pemuda ini mengajarkan ajaran menyimpang karena itu dia tertahan dan tidak bisa mengajar lagi, lalu datanglah saudara kami “Maris” salah satu tokoh yang masuk Islam dia menjelaskan kepada aparatur desa bahwa dia hanya mengajarkan baca tulis al-Quran.
Dua bulan tiga bulan sampai satu tahun dia tidak pernah datang lagi, apalagi setelah kami warga muslim ikut-ikutan ritual belian (pemanggilan roh-roh halus), mau tidak mau, suka atau tidak suka kami harus mengikutinya adat-istiadat karena ini solidaritas suku.
Tuan Syaikh Abudrrozzaq pemuda ini tidak pernah datang lagi, kami memaklumi dan mengerti dia membutuhkan perubahan dari kami dan juga perjuangan untuk melawan adat tapi kami tidak mampu, dan lagi beliau juga perlu penghasilan untuk keluarga semoga Allah memudahkan urusan pemuda ini.
Tuan Syaikh Abdurrozzaq semoga dengan tulisan ini dan sampainya tulisan ini di hadapan anda semoga ada da’i atau ustadz yang mau ke tempat kami, dulu waktu kami menjadi misionaris kami bisa ke pelosok-pelosok tapi umat Islam yang kata anda rahmat semesta alam tidak ada yang bertahan ke pedalaman. Maka disisa umurku ini saya berharap bisa bertemu di surga kelak. Saya mempunyai penyakit kronis bisa saja setelah ini Allah mencabut nyawa saya, sekali lagi terimakasih untuk anda dan Islam.
Abdurrahman al-Islami
Muara Andeh, 15 Agustus 2014
Beberapa faidah yang bisa dipetik dari surat mulia ini :
1. Betapa banyak orang terhalangi untuk masuk Islam karena menganggap Islam adalah agama yang sulit dan rumit. Padahal kita tahu bahwasanya Islam adalah agama yang sederhana, jika dibersihkan dari seluruh bid'ah, syirik, khurofat, dan takhayyul maka sungguh Islam adalah agama yang sangat simpel dan mudah.
Akan tetapi sering kali gambaran Islam sampai kepada non muslim dengan gambaran yang keliru.
2. Kontradiktif yang terdapat dalam Injil merupakan sebab penting yang menjadikan bekas pendeta ini masuk Islam, karena hal ini menimbulkan keraguan terhadap ajarannya, padahal ia seorang pendeta. Maka perlu kita menjelaskan kontradiktif Injil kepada kaum Nashrani, semoga mereka dibukakan hatinya oleh Allah untuk memeluk Islam.
3. Berdakwah dengan akhlak, keramah-tamahan, serta budi pekerti yang baik merupakan daya tarik terbesar bagi non muslim untuk mengenal Islam. Sebagaimana yang ditunjukkan oleh sang pemuda tersebut tatkala berdakwah di pedalaman.
4. Islam yang benar akan merubah perilaku pemeluknya secara drastis, sebagaimana yang dituturkan oleh bekas pendeta, bahwasanya kerabatnya dahulu brutal namun setelah masuk Islam berubah menjadi berperangai mulia.
Inilah bedanya orang yang masuk Islam karena belajar –sehingga mempengaruhi perilakunya-, dengan orang yang masuk Islam hanya ikut-ikutan, atau keturunan, namun tidak dibarengi dengan mempelajari Islam.
5. Bekas pendeta ini puluhan tahun berkhotbah di hadapan jama'ahnya untuk mengajarkan kebahagiaan kepada mereka, akan tetapi ia sendiri tidak merasakan kebahagiaan tersebut. Ia sendiri sedang mencari kebahagiaan. Ternyata ia menemukan hakekat kebahagiaan melalui buku Asy-Syaikh Abdurrozzaq hafizohulloh.
6. Seorang yang menyatakan masuk Islam maka harus kita sambut dengan penuh kebahagiaan dan memberi optimisme kepada dirinya. Sungguh perkataan sang dai muda tersebut sangat mengena di hati bekas pendeta. Tatkala sang pendeta masuk Islam, maka dipelulah dengan haru oleh sang pemuda seraya berkata “Bapak sekarang menjadi saudara saya dalam Islam maka berbahagialah bapak dengan jaminan Allah, bahwa dengan taat kepada perintah Allah dan Rasul-Nya kita akan bertemu di surga”
7. Diantara pernyataan indah Syaikh Abdurrozzaq yang selalu diingat oleh sang pendeta yaitu "Bahwa bila kita ingin meraih cinta Allah harus mendahulukan perintah-perintah-Nya"
8. Pendeta ini memberi informasi bahwa dakwah sang pemuda ke pedalaman ternyata dihalangi oleh orang-orang Islam sendiri.
Setelah saya menghubungi sang pemuda, maka sang pemuda itu bercerita bahwa yang menghalanginya adalah orang-orang Islam yang tidak suka dengan dakwah sunnah yang tidak menyetujui adat-adat yang tidak benar.
9. Diantara harapan mantan pendeta Abdurrahman al-Islami, yaitu agar para dai menyempatkan diri berdakwah di pedalaman. Karena kaum misionaris rela berjuang berdakwah berpuluh-puluh tahun untuk mengajarkan kekufuran dan kesyirikan di pedalaman-pedalaman.
Bahkan diantara informasi yang disampaikan oleh sang pemuda kepada saya melaui WA bahwasanya gerakan syi'ah pun telah sampai ke pedalaman. Berikut isi WA tersebut :
((Pak Robert buatkan busur dan panah, (sebagai) hadiah yang akan diberikan untuk syaikh bila tiba ke Jakarta. Di Kutai Barat waktu beliau menjabat sebagai (Ketua) Forum Kerukunan Pelayanan Tuhan –sejenis persekutuan gereja-, (beliau) pernah didatangi kunjungan Islam Iranian Corner dan Ixxbx. Mereka datang katanya untuk misi pendidikan. Ketika ditanyakan maka mereka banyak menjelek-jelekan Arab Saudi dan Sunni. Lalu beliau nanya sama ana, Islam apa mereka?, ana bilang mereka syi'ah…, ana kisahkan kekejian mereka terhadap Islam dan foto-foto pembantaian…dari internet.
Beliau nanya sama ana, apakah di Mekkah dan Madinah akan diserah Syi'ah?. Ana bilang nggak tahu…
Karena beliau piawai membuat peralatan perang maka beliau berinisiatif buat panah dan busur untuk Syaikh, katanya untuk jaga-jaga dari Syi'ah…))
10. Pemuda yang gigih dalam berdakwah –semoga Allah menjaga keikhlasannya dan menambah semangatnya dalam berdakwah-
Alhamdulillah saya telah berkomunikasi langsung dengan pemuda da'i ini, dan ada beberapa informasi yang bisa saya sampaikan, diantaranya :
- Pemuda ini sudah bertahun-tahun berdakwah di pedalaman, ia sendiri berasal dari suku Sunda, akan tetapi ia bertekad untuk berdakwah di pedalaman Kalimantan. Bahkan mendakwahi suku asli Kalimantan, yaitu suku Dayak.
- Alhamdulillah ia sekarang bersama istrinya sedang mengasuh pondok kecil-kecilan dengan jumlah santri 160 santri-santriwati kecil. Disamping itu ada sekitar 40 orang muallaf dewasa yang ia didik. Berikut WA yang ia kirimkan kepada saya : ((Ustadz, afwan sebelumnya, surat yagn dtitip dari pak Robert/Abdurrahman untuk Syaikh sebenarnya sudah lama sekali. Sebulan setelah beliau wafat surat itu bari kami tahu dari tumpukan buku di rumahnya. Itupun kami tahu dari saudar beliau yang non muslim, bahwa pak Robert rahimahullah mau titip surat untuk ana. Ala kulli haal, beliau (pak Robert) ingin sekali bertemu Syaikh, beliau memesan buku-buku Syaikh dan tulisannya. Dan yang paling beliau suka adalah buku "Perjalanan dari Madinah ke Rodja" yang ditulis antum.
Ana ingin ngasih surat ke antum tapi qodarullah waktu dan kondisi ana yang tidak memungkinkan. Jangankan ke Jakarta, ke Balikpapan aja ana gak sempat ustadz. Ana berdua bersama istri mengajar lebih 160 anak dan 40 muallaf, kalau ana tinggal maka nggak ada yang ngajarin mereka))
- Dari tuturan sang pendeta, ternyata pemuda ini tatkala berdakwah sama sekali tidak berharap upah. Bahkan tatkala ditawarkan untuk diberi ongkos ke Jakarta oleh sang pendeta, maka iapun dengan tegas menolak dengan menyatakan bahwa ia tidak berharap dunia. Akan tetapi suku Dayak yang menerima dakwahnya tetap memberikan rasa terima kasih mereka kepada sang pemuda dengan memberikan sekedarnya yaitu berupa ikan dan pisang.
Tutur mantan pendeta "Selama dua tahun naik turun bukit pemuda ini hanya digaji dengan ikan dan pisang sedangkan saya diberi sesembahan para jamaah setiap minggu"
- Pemuda ini mengaku kepada saya bahwasanya ia tidak bisa berbahasa Arab, sehingga tatkala sampai di tabligh Akbar Syaikh Abdurrozaq ia tidak kuasa dan tidak mampu untuk berbicara dengan Syaikh. Hal ini menunjukkan bahwa untuk menyampaikan dasar-dasar Islam dan iqro' maka tidak harus menunggu menjadi Ustadz berkaliber. Yang penting adalah tekad yang kuat dalam berdakwah, dengan tetap menyadari kekurangan ilmu yang ada. Lihatlah pemuda ini, ia tidak angkuh dengan banyaknya orang masuk Islam karena dakwahnya, bahkan ia mengakui di hadapan saya bahwa ia tidak bisa berbahasa Arab tanpa malu-malu.
- Pemuda ini meskipun memiliki ilmu seadanya akan tetapi ia mengerti betul bahwa dakwah bukanlah sarana untuk mencari dunia dan kekayaan. Bahkan ia sendiri kekurangan dana untuk menjalankan pondoknya. Diantara keluhannya kepada saya, ia kekurangan dana untuk menyunat orang-orang yang baru masuk Islam, sehingga masih banyak muallaf yang belajar dengannya belum disunat.
- Pentingnya ilmu, lihatlah pemuda ini langsung mengajarkan iqro' kepada para muallaf.
Akhirnya, semoga Allah merahmati Abdurrahman Al-Islami, memafkan dosa-dosanya, dan memasukannya ke dalam surgaNya. Dan semoga Allah membalas jasa Asy-Syaikh Abdurrazzaq yang dengan sebab buku beliau maka Robert pun berubah menjadi Abdurrahman. Semoga Allah menambah kehikhlasan Syaikh Abdurrazzaq dan menjaga beliau dalam memperjuangkan dakwah Sunnah di Kota Madinah dan juga di tanah air. Dan semoga Allah membalas jasa sang Pemuda yang telah berjuang keras berdakwah di pedalaman suku Dayak dengan segala keterbatasan dan kekurangan sarana dan prasarana. Semoga akan banyak dai-dai yang mengikuti jejak langkah kaki beliau.
Hal-Hal yang terkait dengan risalah di atas:
Kajian " Sebab-sebab Datangnya Kebahagiaan " : https://www.youtube.com/watch?v=zOQ1RwY-CJc
Pertanyaan mantan pendeta ketika Syaikh Abdurrozzaq mengisi di Jakarta : https://youtu.be/vDL3aFKHXO0?t=6719
Scan surat mantan pendeta : https://app.box.com/s/0wz2q7wujvqkb3jgikwxm9kwednl4j8s
Kota Nabi -shallallahu 'alaihi wa sallam-, 14-11-1436 H / 29-08-2015 M
Abu Abdil Muhsin Firanda Andirja
www.firanda.com
Sungguh benar bahwa rahasia hidayah hanyalah di tangan Allah. Tidak ada yang menyangka seorang pendeta yang menjadi misionaris puluhan tahun berdakwah di pedalaman –menyeru kepada kesyirikan dan kekufuran- akhirnya masuk Islam di akhir hayatnya hanya karena sebuah buku saku "Sebab-Sebab Kebahagiaan".
Buku itu merupakan transkrip dari ceramah yang disampaikan oleh Fadilatus Syaikh Abdurrozzaq hafizohulloh di mesjid Al-Istqlal pada tanggal 17 januari 2010 M (1 Shafar 1431 H), yang dihadiri lebih dari 100 ribu jama'ah.
Allah menghendaki kebaikan bagi pendeta ini (Robert) yang terus berusaha mencari kebenaran….akan tetapi beliau sekarang telah meninggal dunia –semoga Allah merahmati beliau dengan rahmatNya yang seluas-luasnya, memaafkan dosa-dosanya dan memasukannya kedalam surgaNya-.
Akan tetapi sebelum ia meninggal, ia sempat menulis sebuah surat yang ia tujukan kepada Fadilatus Syaikh Abdurrozzaq hafizohulloh, yang sungguh surat tersebut ditulis dari sanubari yang paling dalam. Surat yang ringkas akan tetapi sarat dengan faidah-faidah yang menakjubkan.
Ia bahkan tak sempat mengirimkan surat tersebut –mungkin karena sakit yang dideritanya-, akan tetapi surat tersebut ditemukan oleh saudaranya –yang non muslim- ditumpukan buku-bukunya sebulan setelah wafatnya, lalu dititipkan kepada salah seorang dai yang berdakwah di pedalaman. Lalu akhirnya pada tanggal 16 Agustus kemarin surat tersebut –alhamdulillah- akhirnya sampai ke tangan saya tatkala saya mengunjungi kota Balikpapan, dan alhamdulillah surat tersebut telah sampai kepada Fadilatus Syaikh Abdurrozzaq hafizohullah
Berikut isi surat tersebut.
بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله
Kepada yang saya cintai karena Allah Tuan Syaikh Abdurrozzaq semoga Allah memberkahi anda.
Perkenalkan nama saya Robert Tanhu Mangkulang dengan nama Islam Abdurrahman al Islami 58 tahun, berasal dari suku Dayak Kalimantan.
Sebelumnya saya minta maaf bila mengganggu waktu anda dan aktifitasnya. Saya ingin menceritakan kisah singkat tentang kehidupan saya dan juga harapan saya di akhir hidup saya yang tersisa.
Saya masuk Islam pada tanggal 15 Desember 2011, mulanya saya masuk Islam dan mengenal Agama Islam karena keraguan agama yang saya yakini, di keluargaku 6 bersaudara semuanya berbeda agama, ada hindu paganisme, kristen katholik dan protestan, tapi tidak ada satu pun yang masuk Islam karena keluarga kami menganggap Islam agama yang rumit dan sulit.
Selama 30 tahun lebih saya menjadi misionaris protestan, pastor dan terakhir menjadi kepala gereja di seluruh kota di Kalimantan, tepatnya di Kutai Barat, selama itu pula saya diberikan kecukupan rezeki harta dan jabatan yang layak karena itulah tujuan para pendeta, dari keenam kali pernikahan saya tidak dikaruniai anak keturunan, harta yang saya punya dipakai untuk bersenang-senang dan habis di meja judi.
Di akhir masa tua ini saya merasa takut dan gelisah dengan agama yang saya yakini yaitu kristen protestan. Tidak membawa ketenangan dan ketentraman, sebelum saya mengenal Islam ini saya meneliti dan membanding-bandingkan kitab-kitab injil saya dengan kitab yang dulu, ada sisi yang kontradiktif antara satu dan lainnya, ditambah lagi saya ingin menghabiskan masa tua di tempat kelahiran saya.
Sebulan kemudian saya memutuskan untuk pergi meninggalkan gereja demi niat saya untuk pindah mencari ketenangan hati. Singkat cerita kami, yaitu saya dan murid saya yang mengantar sampailah di satu pelosok kabupaten Paser yang mayoritas 90 prosen adalah penganut paganisme dan animisme, namun selama puluhan tahun ditinggalkan ada sedikit berbeda, ada beberapa orang yang masuk agama Islam diantaranya mantan mertua yaitu bapak istri saya ketiga ternyata sudah menjadi muslim.
Seperti biasa di pagi hari saya selalu berkeliling untuk berolahraga, sengaja saya melewati rumah bekas istri saya karena penasaran kami berdiskusi dan berdialog dengan mereka, padahal dulu mereka adalah orang-orang yang nakal dan brutal namun ada perubahan drastis dengan sikap perilaku dan penampilan yang islami.
Tuan Syaikh Abdurozzaq desa kami desa terisolir dan jauh dari keramaian, selama puluhan tahun tidak ada da’i atau ustadz yang masuk ke pedalaman, lalu saya tanyakan kepada mereka apa yang menyebabkan mereka masuk Islam? Mereka bercerita ada seorang pemuda jawa yang datang dari kota kecamatan selalu datang membawa alat penghisap darah penyakit dan mengamalkan agamanya, karena keramahan dan budi pekerti yang baik mereka belajar, dari mulai 2 keluarga yang masuk Islam hingga 30 keluarga (setara 40 orang dewasa 18 anak kecil) yang belajar tentang agama Islam.
Selesai berdialog mereka memberi buku kecil berjudul “Sebab-Sebab Kebahagiaan” karya Syaikh Abdurozzaq dan buku Bekam Sunnah Nabi dan Mukjizat Medis. Sampai di rumah sebelum tidur saya membaca dan merenungi tiap makna dari lembaran buku itu, entah kenapa badan saya merinding, dada bergemuruh karena takjub dengan penjelasan kebahagiaan yang saya cari selama ini.
Puluhan tahun saya berkhotbah di hadapan jamaah, baru kali sekarang saya mendapat suatu kata indah walaupun ada beberapa yang kurang dimengerti dalam bahasanya tapi saya faham akan maksud dan tujuan si penulis.
Keesokan harinya saya bertemu dengan teman-teman di desa untuk menanyakan kapan pemuda itu kembali akan datang? ternyata hari itu mereka sudah ada janji untuk menjemput lewat sungai karena daratan berlumpur setelah hujan lebat.
Setelah ketemu kami yaitu saya mengutarakan niat saya untuk memeluk agama Islam maka dengan keyakinan yang kuat saya mengucapkan syahadat di hadapan 8 laki-laki dewasa dan 4 wanita walaupun agak sulit karena saya belum terbiasa dan tidak bisa maka saya dituntun untuk membaca “Laailaha illallah Muhammad Rasulullah”.
Pemuda tadi memegang erat tangan saya dan memeluknya tubuh ini dengan haru lalu dia ucapkan “Bapak sekarang menjadi saudara saya dalam Islam maka berbahagialah bapak dengan jaminan Allah, bahwa dengan taat kepada perintah Allah dan Rasul-Nya kita akan bertemu di surga”
Setelah itu kami berbincang dan berbagi pengalaman, dan saya tanyakan kepada pemuda ini dimana saya bisa bertemu dengan penulis ini buku, sambil menunjukkan buku yang saya bawa. Ternyata pemuda ini pun belum pernah bertemu atau melihat langsung Syaikh Abdurrozzaq, dia hanya mendengar suara di radio swasta sebelum dia merantau ke Kalimantan, bahkan bila ada kunjungan penulis buku ini dia tidak bisa hadir karena kemampuannya untuk datang ke Jakarta.
Dua minggu kemudian dia datang kembali membawa buku-buku pelajaran cara praktis membaca al-Quran dan papan tulis, sekaligus memberi kabar gembira bahwa Syaikh Aburrozzaq akan datang bulan Februari di Jakarta tahun 2012, maka saya katakan ke padanya “Mari kita berangkat ke Jakarta, masalah ongkos saya yang akan tanggung, bawa juga keluargamu”. Namun dia menolak dengan alasan bahwa dia mengajarkan agama bukan karena harta dan iming-iming materi dunia, tapi saya bersikeras untuk memberi dia uang. Selama dua tahun naik turun bukit pemuda ini hanya digaji dengan ikan dan pisang sedangkan saya diberi sesembahan para jamaah setiap minggu.
Akhirnya dia menerima dan membelikan tiket untuk keberangkatan kami di bulan Februari 2012 bersama keluarganya.
Sejak saat itu kami belajar dan saya pun belajar dengan sungguh-sungguh akan kebaikan Islam, umumnya di suku kami tidak ada paksaan untuk memeluk agama lain karena perbedaan agama boleh asal jangan mengganggu adat istiadat yang ada di desa kami yang mayoritas hindu paganisme.
Di pagi hari badan saya sakit semua, hernia kambuh dan seluruh kaki terasa berat digerakkan, dengan bantuan tetangga dibawa ke poliklinik terdekat lalu saya diobati dengan obat-obatan seadanya karena klinik kampung yang ada di desa tidak ada petugas yang jaga itupun yang mengobati adalah bidan kampung/dukun anak.
Seminggu kemudian pemuda ini datang dan berniat untuk menjemput saya ke rumahnya serta tinggal beberapa hari di rumah samping mushola, namun takdir berkata lain jangankan untuk jalan, berdiripun tak mampu. Pemuda ini membacakan beberapa do’a dan dia meminta madu dan air serta diminumkan kepada saya, sore harinya saya agak membaik, bisa jalan tertatih-tatih, saya minta ijin tidak hadir dalam pengajian iqro dan ia pun mengerti.
Saya mengatakan kepadanya bahwa saya tidak bisa bertemu atau datang ke jakarta, sampaikan salam dan tolong tuliskan rasa terima kasih kepada Syaikh Abdurozzaq, saya akan ke rumah teman yang ada di kabupaten untuk melihat tayangan langsung, kebetulan dia mempunyai parabola. Akhirnya pemuda ini berangkat bersama keluarganya ke jakarta, ada seorang ibu yang menitipkan barang untuk Syaikh berupa tas karena kecintaan beliau kepada tuan Syaikh Abdurrozzaq.
Hari minggu 19 februari 2012, hari itu saya sangat senang melihat wajah anda Syaikh Abdurrozzaq, walaupun ada gangguan dan sinyal yang buruk tapi ada pelajaran yang bisa diambil “bahwa bila kita ingin meraih cinta Allah harus mendahulukan perintah-perintah-Nya”. Saya ingin sekali mendengar tapi suara, gambar dan tayangannya tersendat-sendat, sehingga waktu itu saya jadi berfikir kenapa saya tidak memaksakan berangkat ke jakarta.
Tuan Syaikh Aburrozzaq sejak itu pula saya mulai mengerti arti kehidupan dalam pandangan Islam bahwa dunia hanya sementara sedangkan akhirat kekal dan abadi.
Ada kejadian yang membuat saya miris dan sedih, pemuda tadi dicegat dan diinterogasi oleh sebagian aparatur desa, yang ironisnya mereka adalah muslim, mereka menganggap pemuda ini mengajarkan ajaran menyimpang karena itu dia tertahan dan tidak bisa mengajar lagi, lalu datanglah saudara kami “Maris” salah satu tokoh yang masuk Islam dia menjelaskan kepada aparatur desa bahwa dia hanya mengajarkan baca tulis al-Quran.
Dua bulan tiga bulan sampai satu tahun dia tidak pernah datang lagi, apalagi setelah kami warga muslim ikut-ikutan ritual belian (pemanggilan roh-roh halus), mau tidak mau, suka atau tidak suka kami harus mengikutinya adat-istiadat karena ini solidaritas suku.
Tuan Syaikh Abudrrozzaq pemuda ini tidak pernah datang lagi, kami memaklumi dan mengerti dia membutuhkan perubahan dari kami dan juga perjuangan untuk melawan adat tapi kami tidak mampu, dan lagi beliau juga perlu penghasilan untuk keluarga semoga Allah memudahkan urusan pemuda ini.
Tuan Syaikh Abdurrozzaq semoga dengan tulisan ini dan sampainya tulisan ini di hadapan anda semoga ada da’i atau ustadz yang mau ke tempat kami, dulu waktu kami menjadi misionaris kami bisa ke pelosok-pelosok tapi umat Islam yang kata anda rahmat semesta alam tidak ada yang bertahan ke pedalaman. Maka disisa umurku ini saya berharap bisa bertemu di surga kelak. Saya mempunyai penyakit kronis bisa saja setelah ini Allah mencabut nyawa saya, sekali lagi terimakasih untuk anda dan Islam.
Abdurrahman al-Islami
Muara Andeh, 15 Agustus 2014
Beberapa faidah yang bisa dipetik dari surat mulia ini :
1. Betapa banyak orang terhalangi untuk masuk Islam karena menganggap Islam adalah agama yang sulit dan rumit. Padahal kita tahu bahwasanya Islam adalah agama yang sederhana, jika dibersihkan dari seluruh bid'ah, syirik, khurofat, dan takhayyul maka sungguh Islam adalah agama yang sangat simpel dan mudah.
Akan tetapi sering kali gambaran Islam sampai kepada non muslim dengan gambaran yang keliru.
2. Kontradiktif yang terdapat dalam Injil merupakan sebab penting yang menjadikan bekas pendeta ini masuk Islam, karena hal ini menimbulkan keraguan terhadap ajarannya, padahal ia seorang pendeta. Maka perlu kita menjelaskan kontradiktif Injil kepada kaum Nashrani, semoga mereka dibukakan hatinya oleh Allah untuk memeluk Islam.
3. Berdakwah dengan akhlak, keramah-tamahan, serta budi pekerti yang baik merupakan daya tarik terbesar bagi non muslim untuk mengenal Islam. Sebagaimana yang ditunjukkan oleh sang pemuda tersebut tatkala berdakwah di pedalaman.
4. Islam yang benar akan merubah perilaku pemeluknya secara drastis, sebagaimana yang dituturkan oleh bekas pendeta, bahwasanya kerabatnya dahulu brutal namun setelah masuk Islam berubah menjadi berperangai mulia.
Inilah bedanya orang yang masuk Islam karena belajar –sehingga mempengaruhi perilakunya-, dengan orang yang masuk Islam hanya ikut-ikutan, atau keturunan, namun tidak dibarengi dengan mempelajari Islam.
5. Bekas pendeta ini puluhan tahun berkhotbah di hadapan jama'ahnya untuk mengajarkan kebahagiaan kepada mereka, akan tetapi ia sendiri tidak merasakan kebahagiaan tersebut. Ia sendiri sedang mencari kebahagiaan. Ternyata ia menemukan hakekat kebahagiaan melalui buku Asy-Syaikh Abdurrozzaq hafizohulloh.
6. Seorang yang menyatakan masuk Islam maka harus kita sambut dengan penuh kebahagiaan dan memberi optimisme kepada dirinya. Sungguh perkataan sang dai muda tersebut sangat mengena di hati bekas pendeta. Tatkala sang pendeta masuk Islam, maka dipelulah dengan haru oleh sang pemuda seraya berkata “Bapak sekarang menjadi saudara saya dalam Islam maka berbahagialah bapak dengan jaminan Allah, bahwa dengan taat kepada perintah Allah dan Rasul-Nya kita akan bertemu di surga”
7. Diantara pernyataan indah Syaikh Abdurrozzaq yang selalu diingat oleh sang pendeta yaitu "Bahwa bila kita ingin meraih cinta Allah harus mendahulukan perintah-perintah-Nya"
8. Pendeta ini memberi informasi bahwa dakwah sang pemuda ke pedalaman ternyata dihalangi oleh orang-orang Islam sendiri.
Setelah saya menghubungi sang pemuda, maka sang pemuda itu bercerita bahwa yang menghalanginya adalah orang-orang Islam yang tidak suka dengan dakwah sunnah yang tidak menyetujui adat-adat yang tidak benar.
9. Diantara harapan mantan pendeta Abdurrahman al-Islami, yaitu agar para dai menyempatkan diri berdakwah di pedalaman. Karena kaum misionaris rela berjuang berdakwah berpuluh-puluh tahun untuk mengajarkan kekufuran dan kesyirikan di pedalaman-pedalaman.
Bahkan diantara informasi yang disampaikan oleh sang pemuda kepada saya melaui WA bahwasanya gerakan syi'ah pun telah sampai ke pedalaman. Berikut isi WA tersebut :
((Pak Robert buatkan busur dan panah, (sebagai) hadiah yang akan diberikan untuk syaikh bila tiba ke Jakarta. Di Kutai Barat waktu beliau menjabat sebagai (Ketua) Forum Kerukunan Pelayanan Tuhan –sejenis persekutuan gereja-, (beliau) pernah didatangi kunjungan Islam Iranian Corner dan Ixxbx. Mereka datang katanya untuk misi pendidikan. Ketika ditanyakan maka mereka banyak menjelek-jelekan Arab Saudi dan Sunni. Lalu beliau nanya sama ana, Islam apa mereka?, ana bilang mereka syi'ah…, ana kisahkan kekejian mereka terhadap Islam dan foto-foto pembantaian…dari internet.
Beliau nanya sama ana, apakah di Mekkah dan Madinah akan diserah Syi'ah?. Ana bilang nggak tahu…
Karena beliau piawai membuat peralatan perang maka beliau berinisiatif buat panah dan busur untuk Syaikh, katanya untuk jaga-jaga dari Syi'ah…))
10. Pemuda yang gigih dalam berdakwah –semoga Allah menjaga keikhlasannya dan menambah semangatnya dalam berdakwah-
Alhamdulillah saya telah berkomunikasi langsung dengan pemuda da'i ini, dan ada beberapa informasi yang bisa saya sampaikan, diantaranya :
- Pemuda ini sudah bertahun-tahun berdakwah di pedalaman, ia sendiri berasal dari suku Sunda, akan tetapi ia bertekad untuk berdakwah di pedalaman Kalimantan. Bahkan mendakwahi suku asli Kalimantan, yaitu suku Dayak.
- Alhamdulillah ia sekarang bersama istrinya sedang mengasuh pondok kecil-kecilan dengan jumlah santri 160 santri-santriwati kecil. Disamping itu ada sekitar 40 orang muallaf dewasa yang ia didik. Berikut WA yang ia kirimkan kepada saya : ((Ustadz, afwan sebelumnya, surat yagn dtitip dari pak Robert/Abdurrahman untuk Syaikh sebenarnya sudah lama sekali. Sebulan setelah beliau wafat surat itu bari kami tahu dari tumpukan buku di rumahnya. Itupun kami tahu dari saudar beliau yang non muslim, bahwa pak Robert rahimahullah mau titip surat untuk ana. Ala kulli haal, beliau (pak Robert) ingin sekali bertemu Syaikh, beliau memesan buku-buku Syaikh dan tulisannya. Dan yang paling beliau suka adalah buku "Perjalanan dari Madinah ke Rodja" yang ditulis antum.
Ana ingin ngasih surat ke antum tapi qodarullah waktu dan kondisi ana yang tidak memungkinkan. Jangankan ke Jakarta, ke Balikpapan aja ana gak sempat ustadz. Ana berdua bersama istri mengajar lebih 160 anak dan 40 muallaf, kalau ana tinggal maka nggak ada yang ngajarin mereka))
- Dari tuturan sang pendeta, ternyata pemuda ini tatkala berdakwah sama sekali tidak berharap upah. Bahkan tatkala ditawarkan untuk diberi ongkos ke Jakarta oleh sang pendeta, maka iapun dengan tegas menolak dengan menyatakan bahwa ia tidak berharap dunia. Akan tetapi suku Dayak yang menerima dakwahnya tetap memberikan rasa terima kasih mereka kepada sang pemuda dengan memberikan sekedarnya yaitu berupa ikan dan pisang.
Tutur mantan pendeta "Selama dua tahun naik turun bukit pemuda ini hanya digaji dengan ikan dan pisang sedangkan saya diberi sesembahan para jamaah setiap minggu"
- Pemuda ini mengaku kepada saya bahwasanya ia tidak bisa berbahasa Arab, sehingga tatkala sampai di tabligh Akbar Syaikh Abdurrozaq ia tidak kuasa dan tidak mampu untuk berbicara dengan Syaikh. Hal ini menunjukkan bahwa untuk menyampaikan dasar-dasar Islam dan iqro' maka tidak harus menunggu menjadi Ustadz berkaliber. Yang penting adalah tekad yang kuat dalam berdakwah, dengan tetap menyadari kekurangan ilmu yang ada. Lihatlah pemuda ini, ia tidak angkuh dengan banyaknya orang masuk Islam karena dakwahnya, bahkan ia mengakui di hadapan saya bahwa ia tidak bisa berbahasa Arab tanpa malu-malu.
- Pemuda ini meskipun memiliki ilmu seadanya akan tetapi ia mengerti betul bahwa dakwah bukanlah sarana untuk mencari dunia dan kekayaan. Bahkan ia sendiri kekurangan dana untuk menjalankan pondoknya. Diantara keluhannya kepada saya, ia kekurangan dana untuk menyunat orang-orang yang baru masuk Islam, sehingga masih banyak muallaf yang belajar dengannya belum disunat.
- Pentingnya ilmu, lihatlah pemuda ini langsung mengajarkan iqro' kepada para muallaf.
Akhirnya, semoga Allah merahmati Abdurrahman Al-Islami, memafkan dosa-dosanya, dan memasukannya ke dalam surgaNya. Dan semoga Allah membalas jasa Asy-Syaikh Abdurrazzaq yang dengan sebab buku beliau maka Robert pun berubah menjadi Abdurrahman. Semoga Allah menambah kehikhlasan Syaikh Abdurrazzaq dan menjaga beliau dalam memperjuangkan dakwah Sunnah di Kota Madinah dan juga di tanah air. Dan semoga Allah membalas jasa sang Pemuda yang telah berjuang keras berdakwah di pedalaman suku Dayak dengan segala keterbatasan dan kekurangan sarana dan prasarana. Semoga akan banyak dai-dai yang mengikuti jejak langkah kaki beliau.
Hal-Hal yang terkait dengan risalah di atas:
Kajian " Sebab-sebab Datangnya Kebahagiaan " : https://www.youtube.com/watch?v=zOQ1RwY-CJc
Pertanyaan mantan pendeta ketika Syaikh Abdurrozzaq mengisi di Jakarta : https://youtu.be/vDL3aFKHXO0?t=6719
Scan surat mantan pendeta : https://app.box.com/s/0wz2q7wujvqkb3jgikwxm9kwednl4j8s
Kota Nabi -shallallahu 'alaihi wa sallam-, 14-11-1436 H / 29-08-2015 M
Abu Abdil Muhsin Firanda Andirja
www.firanda.com
Empat Jenis Manusia
الناس أحد أربعة.. صالح ومصلح وفاسد ومفسد . خيرهم المصلح وشرهم المفسد.
"Manusia (penguasa) itu salah satu dari empat kelompok ini:
Sholeh (baik utk dirinya),
Mushlih (dirinya baik dan berusaha memperbaiki org lain),
Fasid (org yg rusak),
Mufsid (org yg rusak jg merusak org lain).
Sebaik-baik manusia itu Mushlih. Seburuk-buruk manusia itu Mufsid.
Semoga kita menjadi bagian org yg Mushlih. Aamiin
Ketika Allah meng-handle urusan Nabi Yusuf a.s.
1. Allah menjadikan kafilah yg kehausan air di padang sahara agar mereka mengambil air dan mengeluarkan Yusuf a.s. dari sumur
2. Allah menjadikan penguasa Mesir tidak punya anak agar mereka menjadikan Yusuf a.s. sebagai anak angkatnya penguasa
3. Allah menjadikan raja mesir perlu orang utk menafsirkan mimpi agar Yusuf a.s. keluar dari penjara
4. Allah menjadikan rakyat Mesir perlu makanan agar Yusuf a.s. menjadi penguasa Mesir.
Ketika anda pasrahkan urusan kepada Allah, maka itu adalah sebab2 kebahagiaan meskipun tidak anda sadari,
"Dan aku serahkan urusanku kepada Allah" (QS. Al Ghafir: 44)
4. Allah menjadikan rakyat Mesir perlu makanan agar Yusuf a.s. menjadi penguasa Mesir.
Ketika anda pasrahkan urusan kepada Allah, maka itu adalah sebab2 kebahagiaan meskipun tidak anda sadari,
"Dan aku serahkan urusanku kepada Allah" (QS. Al Ghafir: 44)
BEGINILAH CARA MENGKONSUMSI GARAM SECARA TEPAT
Nabi: "Sebaik-baik Lauk adalah Garam". Hati-hati, Sudah Benarkah Cara Anda Menggunakan Garam Ketika Masak?
Nabi Muhammad SAW bersabda: "Sebaik-baik LAUK adalah GARAM" (Al-Baihaqi).
Garam bukanlah penyebab penyakit, tapi malah obat yang paling mujarab SEANDAINYA digunakan dengan cara yang betul.
GARAM TIDAK BOLEH DIMASAK! Kesalahan kita (kebanyakan orang Melayu) ialah kita memasak garam yaitu memasukkan garam ke dalam masakan ketika masakan sedang MENDIDIH/PANAS. Hal tersebut akan menyebabkan garam menjadi racun/toksik... Jika garam dimasak dengan cara di atas, garam akan menyebabkannya ber-asid dan membahayakan kesehatan serta mengundang pelbagai penyakit, selain itu kandungan yodium pada garam juga akan hilang.
Cara yang betul penggunaan garam:
Manfaat Pertama: - Masaklah makanan yang ingin dimasak sehingga selesai. Contohnya: Sayur - Masukkan garam dalam masakan apabila airnya sudah berangsur hangat.
Manfaat kedua: - Masak makanan tanpa garam ! - Selagi makan, sediakan semangkuk garam dan taburkan di atas makanan yang ingin dimakan sesuai selera masing2.
Garam adalah mineral bagi tubuh, "Banyak amalan yang dilakukan oleh para Salafussoleh ialah dengan mengambil garam sebelum memulai makan" Garam digunakan sebagai pembuka selera makan dengan mengambilnya dengan ujung jari dan dimasukkan ke mulut.
GARAM IALAH MINERAL!!
Kelebihannya antara lain ialah: * mengobati LEBIH dari 70 penyakit, serta tidak akan mengalami mati dalam keadaan mati mendadak.
Silakan sebarkan, sekiranya Anda ingin orang-orang yang anda cintai menjadi sehat.
Berbagai penyakit yang disinyalir timbul akibat garam seperti gejala jantung dan tekanan darah tinggi adalah akibat dari penggunaan garam yang salah.
MENCONTEK SPIRITUALITAS GOOGLE
#Rio Beni Arya
Jadi…kenapa sebenarnya Google tidak membuat sebuah teknologi PC (Personnal Computer) atau membuat sebuah Operating System untuk sebuah PC atau Laptop? Saya bertanya tentang itu kepada seorang rekan saya yang kebetulan dulu pernah bekerja di Nokia. Saat dia masih di negara asalnya, China.
Mengetahui fakta bahwa rekan saya ini dulunya pernah bekerja di NOKIA, pembicaraan kami sepanjang jalanan dari Balikpapan menuju Kutai Kartanegara pagi itu diwarnai dengan diskusi ngalor ngidul, dimulai dari kenapa NOKIA tidak memasang Android pada Operating Systemnya, kenapa malah Windows Mobile? Lalu cerita tentang kebangkrutan NOKIA, lalu menyambar pada cerita tentang raksasa teknologi Google.
Banyak hal menarik yang dia ceritakan mengenai Google, tetapi satu hal mengenai pertanyaan saya di atas tadilah yang kemudian menjadi tema menarik kami sepanjang perjalanan.
Kenapa Google tidak membuat Operating System sendiri untuk sebuah PC atau LAPTOP, atau kenapa malah Google tidak merambah bisnis PC?
Lalu rekan saya ini menjelaskan dalam bahasa inggris yang pekat dengan logat China-nya. Ini saya baru tahu sekarang. Menurut dia, ada dua pendekatan besar dalam dunia teknologi komputer.
Pendekatan pertama, adalah golongan yang percaya bahwa trend di masa depan adalah personnal computer. Maksudnya, di masa depan, sebuah komputer haruslah menjadi semakin canggih, semakin complicated, dan mempunyai resource atau kemampuan perangkat yang semakin hebat. Apa sebab, sebabnya adalah sebuah aplikasi akan semakin canggih dan untuk menjalankannya butuh resource dan kemampuan dahsyat. Pada golongan inilah berada IBM dan kawan-kawannya.
Pada sisi yang berseberangan, adalah ORACLE. Yang berpendapat bahwa bukan sebuah PC yang harus menjadi semakin kompleks, melainkan sebuah server. Server, haruslah sangat digdaya, sedangkan sebuah PC atau LAPTOP hanya menjadi corong input dan display dari data yang diolah server. Tetapi, sebuah PC itu bisa tersambung ke server.
Tak ingin berpanjang lebar menceritakan tentang teknologi yang saya sendiri tak paham benar, tetapi ide itulah yang ternyata kemudian dipakai oleh Google.
Google tak membuat PC, juga tak terlalu getol membuat operating system, karena Google percaya, bahwa trend masa mendatang adalah CLOUD COMPUTING, dimana orang-orang akan semakin tergantung kepada server.
Sederhananya, seseorang hanya butuh komputer atau perangkat dengan kemampuan kelas medium, asalkan bisa input data, dan bisa display, dan ini yang paling penting “Terhubung dengan internet”.
Maka kita cobalah lihat semua produk Google. Ada Google maps. Google satelite. Google sky. Street view. Dan segala macam produk Google lainnya kesemuanya bisa dijalankan pada komputer kelas menengah, atau rendah, asalkan punya network yang kencang. Dan Google membuat browser hebat untuk menjadi corong display dan inputnya, yaitu Chrome.
Coba kita bayangkan, seandainya, semua kemampuan google maps, semua bank data Google maps, semua kecanggihan grafik Google maps itu harus disimpan pada sebuah PC, kita butuh PC seberapa dahsyat? PC kelas rendah sampai menengah tak akan sanggup menjalankan aplikasi itu. Tetapi, karena segala perhitungan dan algoritma google maps dijalankan oleh server, dan PC hanya menjadi display saja lewat browser, maka aplikasi yang sejatinya begitu kompleks itu terasa sangat ringan. Bahkan handphone bisa membukanya. Sekali lagi, hanya jika kita punya koneksi internet yang cepat dan stabil.
Wah, ini hal yang sangat menarik dan membuka mata saya. Saya mengucapkan terimakasih kepada rekan saya itu. Lalu tiba-tiba saya terfikir tentang sesuatu.
“You know what,” Saya sampaikan padanya, bahwa saya teringat tentang sebuah wejangan yang hampir analog dengan cerita dia barusan.
Sepertinya, saya tahu bagaimana mengaplikasikan strategi Google dalam kehidupan sehari-hari.
Rekan saya itu tertarik dan bertanya, bagaimana caranya?
Saya katakan padanya. Kita ini, setiap hari berhadapan dengan berbagai macam masalah dan perhitungan yang sangat kompleks. Masalah pekerjaan. Masalah rumah tangga. Masalah ekonomi. Dan segala macam masalah.
Dan pendekatan kita dalam mengatasi masalah itu selama ini adalah seperti golongan IBM yang merasa harus mengatasi segala masalahnya sendiri.
Akibatnya, kita harus memiliki PC yang demikian kompleks. Kita membebani diri kita sendiri. Sedangkan, hampir kita bisa katakan bahwa mungkin lebih dari sembilan puluh sembilan persen kejadian di dalam hidup ini tak bisa kita kontrol sama sekali, dan setiap kejadian akan berkelindan dengan kejadian lainnya yang saling mempengaruhi dalam hidup ini.
Jika kita ingin menghadapi semua masalah dengan perhitungan kita sendiri, maka kita bisa gila dan depresi. Apa pasal? Perhitungannya luar biasa kompleks.
Maka sebaiknya, kita tiru google. Sebenarnya kita hanya perlu kemampuan input data, dan kemampuan untuk display saja. Selebihnya, biarkan kalkulasinya dijalankan oleh server. Yang Maha Kuasa. Maka hidup kita akan menjadi lebih ringan.
Saya jadi teringat kembali dengan salah satu kutipan bijak dari aforisma Al-Hikam. “istirahatkan dirimu dari tadbir” kata Sang Bijak Ibnu Athoillah.
Apa itu tadbir? Tadbir adalah memastikan hasil usaha. Menghitung-hitung seandainya saya melakukan aksi begini, maka hasilnya PASTI begini.
Just do your part. Input datanya. Dan selebihnya biarkan Sang Maha Server –meski kita tahu tak ada umpama bisa menjelaskannya– yang mengaturnya.
Satu hal saja yang harus kita benar-benar jaga, yaitu “network”, koneksi yang sangat kencang dan stabil pada Allah
[8/26/2015, 09:54] Tbn Bu Dwi: Vitamin Hari Ini :
1. Doa bukanlah "ban serep" yang dapat kamu keluarkan ketika dalam masalah, tapi "kemudi" yang menunjukkan arah yang tepat.
2. Kenapa kaca depan mobil sangat besar dan kaca spion begitu kecil?
Karena masa lalu kita tidak sepenting masa depan kita.
Jadi, pandanglah ke depan dan majulah.
3. Pertemanan itu seperti sebuah buku.
Hanya membutuhkan waktu beberapa detik untuk membakarnya, tapi butuh waktu tahunan untuk menulisnya.
4. Semua hal dalam hidup adalah sementara.
Jika berlangsung baik, nikmatilah, karena tidak akan bertahan selamanya.
Jika berlangsung salah, jangan khawatir, karena juga tidak akan bertahan lama.
5. Teman lama adalah emas. Teman baru adalah berlian! Jika kamu mendapat sebuah berlian, jangan lupakan emas! Karena untuk mengikat sebuah berlian menjadi cincin, kamu selalu memerlukan dasar emas.
6. Seringkali ketika kita hilang harapan dan berpikir ini adalah akhir dari segalanya, Allah tersenyum dari atas dan berkata " Tenang sayang, itu hanyalah belokan, bukan akhir!
7. Ketika Allah memecahkan masalahmu, kamu memiliki kepercayaan pada kemampuanNYA; ketika Allah tidak memecahkan masalahmu, Dia memiliki kepercayaan pada kemampuanmu.
8. Seorang buta bertanya pada seorang bijak : "Apakah ada yang lebih buruk daripada kehilangan penglihatan mata?" Dia menjawab : "Ya ada, kehilangan visimu!"
9. Ketika kamu berdoa untuk orang lain, Allah mendengarkanmu dan memberkahi mereka, dan terkadang, ketika kamu aman dan happy, ingat bahwa seseorang telah mendoakanmu.
10. Khawatir tidak akan menghilangkan masalah besok, hanya akan menghilangkan kedamaian hari ini.
[8/26/2015, 09:55] Tbn Bu Dwi: Rehat sejenak diwaktu dhuha💐💐💐😊
Selamatkan Indonesia
Dialog Orang Islam pendukung ahok dengan seorang Muslim.
Muslim Pendukung Ahok (MPA): "Gua Muslim tapi gua dukung Ahok. Hidup Ahok!"
Muslim: "Kenapa anda dukung Ahok?"
MPA: "Semua orang Islam maling, semua orang Islam korupsi, yang bersih cuma Ahok!"
Muslim: "Semua orang Islam maling? Semua orang Islam korupsi? Yang bersih cuma Ahok? Kata siapa?"
MPA: "Ya baca aja Kompas, tiap hari kan dimuat berita betapa bagusnya Ahok, dan dimuat berita korupsi orang-orang Islam. Makanya gua dukung Ahok. Ya, semua orang Islam maling, semuanya korupsi!"
MPA: "Ooh kata Kompas, pantes saja, kerjaan mereka memang gitu, memberitakan yang buruk-buruk tentang umat Islam, tapi kejahatan-kejahatan korupsi skala dewa Eddi Tansil, Hendra Rahardja, Samadikun dan kaum kuffar lainnya ditutup-tutupi . Hmm, barusan anda mengaku muslim... Bapak anda Islam, kakek anda Islam.. Kalau anda bilang semua orang Islam maling dan korupsi... Berarti bapak anda juga maling? Bapak anda koruptor? Kakek anda maling? Kakek anda koruptor? Seluruh leluhur anda maling dan koruptor semua???"
MPA: "?!=÷&£[!÷»,"!¥}±"
Muslim: "Lho kok diam?"
MPA: "Enak aja lu ngomong! Iya bapak gua muslim, kakek gua muslim, kakek-kakek buyut gua juga muslim, gua sudah berpuluh-puluh generasi turun-temurun keluarga muslim, tapi bapak dan kakek-kakek buyut gua bukan maling dan koruptor lah! Gua turunan keluarga baik-baik bukan turunan maling!"
Muslim: "Nah! Jadi yang bersih cuma ahok, dan diluar Ahok dari milyaran umat Islam cuma bapak dan kakek-kakek buyut anda saja yang tidak korupsi?"
MPA: "Bukan gitu... Selain bapak dan kakek-kakek gua pasti banyaklah orang Islam yang gak korupsi! Orang Islam yang baik masih banyaklah"
Muslim: "Nah! Kalo umat Islam yang baik, berprestasi, santun, jujur dan bersih dari korupsi masih banyak... Alasan apa lagi anda pilih Ahok? Kinerja Ahok buruk, skandal korupsi banyak (baca: Korupsi Ahok), tutur kata teramat kasar, alasan apa lagi mendukung Ahok?"
MPA: "Ya terserah gualah, pokoknya gua cuma mau dukung Ahok, gpp kan gua pilih Ahok? Hak gua ini!"
Muslim: "Anda muslim kan?"
MPA: "Iyalah! Muslim 100%!"
Muslim: "Umat Islam tidak hanya punya hak, TETAPI JUGA PUNYA KEWAJIBAN!"
MPA: "Iya gua tau. Tiap hari gua sholat, bulan Ramadhan gua berpuasa, dll. Gua selalu berusaha mentaati segala perintah Allah, dan menjauhi segala laranganNya"
Muslim: "Anda makan daging babi?"
MPA: "Hahaha... Aneh pertanyaan ente. Ya kagaklah!"
Muslim: "Kenapa anda tidak makan babi?"
MPA: "Ya karena Allah SWT Tuhan gua mengharamkan umat Islam memakan daging babi. Agama gua melarang coy, ya gua kagak mau makan babi! Najis tralala babi!"
Muslim: "Anda tau dari mana Allah SWT mengharamkan daging babi?"
MPA: "Ya dari Al-Qur'anlah, pedoman umat Islam kan Al-Qur'an"
Muslim: "Walaupun kata Ahok dan kaum kuffar lainnya... Daging babi itu enak, daging babi itu gurih, daging babi itu menyehatkan, anda tetap menolak makan babi?"
MPA: "Cuih! Mau enak kek, mau lezat kek, mau menyehatkan kek, bukan urusan gua! Urusan gua adalah Allah SWT Tuhan gua memerintahkan umat Islam TIDAK makan babi, dan sebagai hambanya tentu gua terikat dengan perintah Tuhan gua, ya sampe kiamat gak bakal gua sentuh tuh daging babi! Najis!"
Muslim: "Oke. Bagus. Istri anda berjilbab?"
MPA: "Ya iyalah! Istri gua berjilbab. Dari sebelum menikah sama gua dia udah berjilbab, alhamdulillah istri gua orang yang taat sama agamanya, seorang muslimah yang istiqomah, bukan muslimah Islam KTP yang menyepelekan perintah Allah. Emak gua berjilbab, udah naik haji pula, masa' gak pake jilbab? Malu donk!"
Muslim: "Kenapa mereka berjilbab?"
MPA: "Lha pan Allah SWT yang suruh, menutup aurat itu perintah Allah SWT!"
Muslim: "Tau dari mana Allah SWT menyuruh muslimah menutup aurat?"
MPA: "Ya dari Al-Qur'anlah, pedoman umat Islam kan Al-Qur'an"
Muslim: "Tapi kata orang liberal kan berjilbab itu budaya Arab, dan banyak kalangan yang bilang 'jilbabkanlah hatimu dulu sebelum jilbabkan auratmu'"
MPA: "Mereka mau teriak itu budaya Arab kek, mau dibilang budaya Cina kek masa bodho amat! Yang gua pegang, taati dan jalani adalah perintah Tuhan gua, bukan kata-kata mereka. Pedoman hidup gua Al-Qur'an bukan Koran! Itu lagi aneh logika jilbabkan hati dulu... Gimana hatimu yang gak bisa kita liat bisa elu jilbabin kalo auratmu yang bisa diliat mata orang kagak bisa elu jilbabin?"
Muslim: "oke.. Kesimpulannya, walaupun katanya babi itu enak, walaupun katanya berjilbab itu budaya Arab dan gak perlu diikuti... Anda tetap mengharamkan babi dan mendukung pemakaian jilbab"?
MPA: "Tepat sekali! Terserah orang lain mau ngomong ape kek! Kalo Allah SWT udah kasih perintah, ayat-ayatnya jelas ada di Al-Qur'an, ya orang Islam wajib menjalankannya! Kalau ngaku Islam tapi menyepelekan apalagi melanggar perintah-perintah Allah... mending sekalian aja keluar dari Islam!"
Muslim: "Kalau Allah SWT melarang umat Islam memilih pemimpin kafir termasuk Ahok.. Bagaimana?"
MPA: "Ya akan gua taatilah! Masa' perintah Allah untuk tunaikan sholat, perintah Allah untuk tunaikan zakat, perintah Allah untuk berpuasa di bulan Ramadhan, perintah Allah untuk haramkan babi, perintah Allah untuk kaum muslimah berjilbab, semuanya gua taati terus perintah Allah lainnya gua tabrak? Ya insya Allah tanpa gua pilah-pilah SELURUH perintah Allah SWT akan gua turuti!"
Muslim: "Sudah tau perintah Allah haramnya umat Islam memilih pemimpin kafir?"
MPA: "Belum tau, emang ada?"
Muslim: "Ada, ini dia beberapa perintah Allah tentang haramnya umat Islam memilih orang kafir sebagai pemimpin:
1. Al-Qur’an melarang menjadikan orang kafir sebagai PEMIMPIN :
Terjemahan Al-Qur'an Surah (TQS) 3. Aali Imraan : 28.
“Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa) Nya. Dan hanya kepada Allah kembali (mu).”
TQS. 4. An-Nisaa’ : 144.
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi WALI (PEMIMPIN/ PELINDUNG) dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu)?”
TQS. 5. Al-Maa-idah : 57.
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil jadi pemimpinmu, orang-orang yang membuat agamamu jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi Kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman.”
2. Al-Qur’an melarang menjadikan orang kafir sebagai PEMIMPIN walau KERABAT sendiri :
TQS. 9. At-Taubah: 23.
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu jadikan BAPAK-BAPAK dan SAUDARA-SAUDARAMU menjadi WALI (PEMIMPIN/ PELINDUNG), jika mereka lebih mengutamakan kekafiran atas keimanan dan siapa di antara kamu yang menjadikan mereka pemimpin-pemimpinmu, maka mereka itulah orang-orang yang lalim.”
TQS. 58. Al-Mujaadilah: 22.
“Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu BAPAK-BAPAK, atau ANAK-ANAK atau SAUDARA-SAUDARA atau pun KELUARGA mereka. Mereka itulah orang-orang yang Allah telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya. Dan dimasukkan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah rida terhadap mereka dan mereka pun merasa puas terhadap (limpahan rahmat) -Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan Allah itulah golongan yang beruntung.”
3. Al-Qur’an melarang menjadikan orang kafir sebagai TEMAN SETIA :
TQS. 3. Aali Imraan : 118.
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi TEMAN KEPERCAYAANMU orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudaratan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.”
TQS. 9. At-Taubah: 16.
“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan (begitu saja), sedang Allah belum mengetahui (dalam kenyataan) orang-orang yang berjihad di antara kamu dan tidak mengambil menjadi TEMAN SETIA selain Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
4. Al-Qur’an melarang SALING TOLONG dengan kafir yang akan MERUGIKAN umat islam :
TQS. 28. Al-Qashash : 86.
“Dan kamu tidak pernah mengharap agar Al Qur'an diturunkan kepadamu, tetapi ia (diturunkan) karena suatu rahmat yang besar dari Tuhanmu, sebab itu janganlah sekali-kali kamu menjadi PENOLONG bagi orang-orang kafir.”
TQS. 60. Al-Mumtahanah: 13.
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu jadikan PENOLONGMUMU yang dimurkai Allah, sesungguhnya mereka telah putus asa terhadap negeri akhirat sebagaimana orang-orang kafir yang telah berada dalam kubur berputus asa.”
5. Al-Qur’an melarang MENTAATI orang kafir untuk MENGUASAI muslim :
TQS. 3. Aali Imraan : 149 – 150.
“Hai orang-orang yang beriman, jika kamu MENTAATI orang-orang yang KAFIR itu, niscaya mereka mengembalikan kamu ke belakang (kepada kekafiran), lalu jadilah kamu orang-orang yang rugi. Tetapi (ikutilah Allah), Allahlah Pelindungmu, dan Dia-lah sebaik-baik Penolong.”
6. Al-Qur’an melarang beri PELUANG kepada orang kafir sehingga MENGUASAI muslim :
TQS. 4. An-Nisaa’ : 141.
“…..dan Allah sekali-kali tidak akan MEMBERI JALAN kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman.”
7. Al-Qur’an memvonis MUNAFIQ kepada muslim yang menjadikan kafir sebagai pemimpin :
TQS. 4. An-Nisaa’ : 138 – 139.
“Kabarkanlah kepada orang-orang MUNAFIQ bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih. (yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah.”
8. Al-Qur’an memvonis ZALIM kepada muslim yang menjadikan kafir sebagai pemimpin :
TQS. 5. Al-Maa-idah: 51.
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barang siapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang lalim.”
9. Al-Qur’an memvonis FASIQ kepada muslim yang menjadikan kafir sebagai pemimpin :
TQS. 5. Al-Maa-idah: 80 – 81.
“Kamu melihat kebanyakan dari mereka tolong-menolong dengan orang-orang yang kafir (musyrik). Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka, yaitu kemurkaan Allah kepada mereka; dan mereka akan kekal dalam siksaan. Sekiranya mereka beriman kepada Allah, kepada Nabi (Musa) dan kepada apa yang diturunkan kepadanya (Nabi), niscaya mereka tidak akan mengambil orang-orang musyrikin itu menjadi penolong-penolong, tapi kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang fasiq.”
10. Al-Qur’an memvonis SESAT kepada muslim yang menjadikan kafir sebagai pemimpin :
TQS. 60. Al-Mumtahanah : 1
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu menjadi teman-teman setia yang kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad), karena rasa kasih sayang; padahal sesungguhnya mereka telah ingkar kepada kebenaran yang datang kepadamu, mereka mengusir Rasul dan (mengusir) kamu karena kamu beriman kepada Allah, Tuhanmu. Jika kamu benar-benar keluar untuk berjihad pada jalan-Ku dan mencari keridaan-Ku (janganlah kamu berbuat demikian). Kamu memberitahukan secara rahasia (berita-berita Muhammad) kepada mereka, karena rasa kasih sayang. Aku lebih mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan. Dan barang siapa di antara kamu yang melakukannya, maka sesungguhnya dia telah TERSESAT dari jalan yang lurus.”
11. Al-Qur’an mengancam AZAB bagi yang jadikan kafir sebagai pemimpin/ teman setia :
TQS. 58. Al-Mujaadilah : 14 – 15.
“Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang menjadikan suatu kaum yang dimurkai Allah sebagai teman? Orang-orang itu bukan dari golongan kamu dan bukan (pula) dari golongan mereka. Dan mereka bersumpah untuk menguatkan kebohongan, sedang mereka mengetahui. Allah telah menyediakan bagi mereka AZAB yang sangat keras, sesungguhnya amat buruklah apa yang telah mereka kerjakan.”
12. Al-Qur’an mengajarkan doa agar muslim tidak menjadi SASARAN FITNAH orang kafir :
TQS. 60. Al-Mumtahanah : 5.
“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami (SASARAN) FITNAH bagi orang-orang kafir. Dan ampunilah kami ya Tuhan kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”
Muslim (Eks MPA): "Astaghfirullahaladzim... Ya Allah Ya Rabbi... " (Mata berkaca-kaca menahan tangis)"
Muslim: "Kenapa saudaraku?"
Muslim (Eks MPA): "Banyak sekali ayat-ayat Allah melarang memilih pemimpin kafir, Baru tau gua! Allah mengharamkan umat Islam makan daging babi aja gua taati sepenuhnya padahal ayat larangannya dalam Al-Qur'an cuma sedikit, lha ini larangan memilih pemimpin kafir ayatnya seabreg gini udah gua injak-injak? Malu aku malu ya Allah!!!... Ya Allah ya Tuhanku, ampunilah kekhilafanku, aku ingin mati dalam iman dan taat kepadamu SEPENUHNYA ya Allah... Maafkan aku ya Allah!!!..."
Muslim: "Aamiiin. Tidak ada kata terlambat wahai saudaraku. Allah Maha Pengampun, Allah Maha Pemurah. Yang penting setelah tau perintah Allah, ya kesalahannya jangan diulang lagi"
Muslim (Eks MPA): "Tentu! Terima kasih saudaraku! Sekarang gua akan memberitahukan kepada umat Islam lainnya keberadaan ayat-ayat Al-Qur'an tentang haramnya memilih pemimpin kafir"
Muslim: "Baguslah. Karena memang kewajiban sesama umat Islam untuk saling mengingatkan"
Muslim Pendukung Ahok (MPA): "Gua Muslim tapi gua dukung Ahok. Hidup Ahok!"
Muslim: "Kenapa anda dukung Ahok?"
MPA: "Semua orang Islam maling, semua orang Islam korupsi, yang bersih cuma Ahok!"
Muslim: "Semua orang Islam maling? Semua orang Islam korupsi? Yang bersih cuma Ahok? Kata siapa?"
MPA: "Ya baca aja Kompas, tiap hari kan dimuat berita betapa bagusnya Ahok, dan dimuat berita korupsi orang-orang Islam. Makanya gua dukung Ahok. Ya, semua orang Islam maling, semuanya korupsi!"
MPA: "Ooh kata Kompas, pantes saja, kerjaan mereka memang gitu, memberitakan yang buruk-buruk tentang umat Islam, tapi kejahatan-kejahatan korupsi skala dewa Eddi Tansil, Hendra Rahardja, Samadikun dan kaum kuffar lainnya ditutup-tutupi . Hmm, barusan anda mengaku muslim... Bapak anda Islam, kakek anda Islam.. Kalau anda bilang semua orang Islam maling dan korupsi... Berarti bapak anda juga maling? Bapak anda koruptor? Kakek anda maling? Kakek anda koruptor? Seluruh leluhur anda maling dan koruptor semua???"
MPA: "?!=÷&£[!÷»,"!¥}±"
Muslim: "Lho kok diam?"
MPA: "Enak aja lu ngomong! Iya bapak gua muslim, kakek gua muslim, kakek-kakek buyut gua juga muslim, gua sudah berpuluh-puluh generasi turun-temurun keluarga muslim, tapi bapak dan kakek-kakek buyut gua bukan maling dan koruptor lah! Gua turunan keluarga baik-baik bukan turunan maling!"
Muslim: "Nah! Jadi yang bersih cuma ahok, dan diluar Ahok dari milyaran umat Islam cuma bapak dan kakek-kakek buyut anda saja yang tidak korupsi?"
MPA: "Bukan gitu... Selain bapak dan kakek-kakek gua pasti banyaklah orang Islam yang gak korupsi! Orang Islam yang baik masih banyaklah"
Muslim: "Nah! Kalo umat Islam yang baik, berprestasi, santun, jujur dan bersih dari korupsi masih banyak... Alasan apa lagi anda pilih Ahok? Kinerja Ahok buruk, skandal korupsi banyak (baca: Korupsi Ahok), tutur kata teramat kasar, alasan apa lagi mendukung Ahok?"
MPA: "Ya terserah gualah, pokoknya gua cuma mau dukung Ahok, gpp kan gua pilih Ahok? Hak gua ini!"
Muslim: "Anda muslim kan?"
MPA: "Iyalah! Muslim 100%!"
Muslim: "Umat Islam tidak hanya punya hak, TETAPI JUGA PUNYA KEWAJIBAN!"
MPA: "Iya gua tau. Tiap hari gua sholat, bulan Ramadhan gua berpuasa, dll. Gua selalu berusaha mentaati segala perintah Allah, dan menjauhi segala laranganNya"
Muslim: "Anda makan daging babi?"
MPA: "Hahaha... Aneh pertanyaan ente. Ya kagaklah!"
Muslim: "Kenapa anda tidak makan babi?"
MPA: "Ya karena Allah SWT Tuhan gua mengharamkan umat Islam memakan daging babi. Agama gua melarang coy, ya gua kagak mau makan babi! Najis tralala babi!"
Muslim: "Anda tau dari mana Allah SWT mengharamkan daging babi?"
MPA: "Ya dari Al-Qur'anlah, pedoman umat Islam kan Al-Qur'an"
Muslim: "Walaupun kata Ahok dan kaum kuffar lainnya... Daging babi itu enak, daging babi itu gurih, daging babi itu menyehatkan, anda tetap menolak makan babi?"
MPA: "Cuih! Mau enak kek, mau lezat kek, mau menyehatkan kek, bukan urusan gua! Urusan gua adalah Allah SWT Tuhan gua memerintahkan umat Islam TIDAK makan babi, dan sebagai hambanya tentu gua terikat dengan perintah Tuhan gua, ya sampe kiamat gak bakal gua sentuh tuh daging babi! Najis!"
Muslim: "Oke. Bagus. Istri anda berjilbab?"
MPA: "Ya iyalah! Istri gua berjilbab. Dari sebelum menikah sama gua dia udah berjilbab, alhamdulillah istri gua orang yang taat sama agamanya, seorang muslimah yang istiqomah, bukan muslimah Islam KTP yang menyepelekan perintah Allah. Emak gua berjilbab, udah naik haji pula, masa' gak pake jilbab? Malu donk!"
Muslim: "Kenapa mereka berjilbab?"
MPA: "Lha pan Allah SWT yang suruh, menutup aurat itu perintah Allah SWT!"
Muslim: "Tau dari mana Allah SWT menyuruh muslimah menutup aurat?"
MPA: "Ya dari Al-Qur'anlah, pedoman umat Islam kan Al-Qur'an"
Muslim: "Tapi kata orang liberal kan berjilbab itu budaya Arab, dan banyak kalangan yang bilang 'jilbabkanlah hatimu dulu sebelum jilbabkan auratmu'"
MPA: "Mereka mau teriak itu budaya Arab kek, mau dibilang budaya Cina kek masa bodho amat! Yang gua pegang, taati dan jalani adalah perintah Tuhan gua, bukan kata-kata mereka. Pedoman hidup gua Al-Qur'an bukan Koran! Itu lagi aneh logika jilbabkan hati dulu... Gimana hatimu yang gak bisa kita liat bisa elu jilbabin kalo auratmu yang bisa diliat mata orang kagak bisa elu jilbabin?"
Muslim: "oke.. Kesimpulannya, walaupun katanya babi itu enak, walaupun katanya berjilbab itu budaya Arab dan gak perlu diikuti... Anda tetap mengharamkan babi dan mendukung pemakaian jilbab"?
MPA: "Tepat sekali! Terserah orang lain mau ngomong ape kek! Kalo Allah SWT udah kasih perintah, ayat-ayatnya jelas ada di Al-Qur'an, ya orang Islam wajib menjalankannya! Kalau ngaku Islam tapi menyepelekan apalagi melanggar perintah-perintah Allah... mending sekalian aja keluar dari Islam!"
Muslim: "Kalau Allah SWT melarang umat Islam memilih pemimpin kafir termasuk Ahok.. Bagaimana?"
MPA: "Ya akan gua taatilah! Masa' perintah Allah untuk tunaikan sholat, perintah Allah untuk tunaikan zakat, perintah Allah untuk berpuasa di bulan Ramadhan, perintah Allah untuk haramkan babi, perintah Allah untuk kaum muslimah berjilbab, semuanya gua taati terus perintah Allah lainnya gua tabrak? Ya insya Allah tanpa gua pilah-pilah SELURUH perintah Allah SWT akan gua turuti!"
Muslim: "Sudah tau perintah Allah haramnya umat Islam memilih pemimpin kafir?"
MPA: "Belum tau, emang ada?"
Muslim: "Ada, ini dia beberapa perintah Allah tentang haramnya umat Islam memilih orang kafir sebagai pemimpin:
1. Al-Qur’an melarang menjadikan orang kafir sebagai PEMIMPIN :
Terjemahan Al-Qur'an Surah (TQS) 3. Aali Imraan : 28.
“Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa) Nya. Dan hanya kepada Allah kembali (mu).”
TQS. 4. An-Nisaa’ : 144.
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi WALI (PEMIMPIN/ PELINDUNG) dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu)?”
TQS. 5. Al-Maa-idah : 57.
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil jadi pemimpinmu, orang-orang yang membuat agamamu jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi Kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman.”
2. Al-Qur’an melarang menjadikan orang kafir sebagai PEMIMPIN walau KERABAT sendiri :
TQS. 9. At-Taubah: 23.
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu jadikan BAPAK-BAPAK dan SAUDARA-SAUDARAMU menjadi WALI (PEMIMPIN/ PELINDUNG), jika mereka lebih mengutamakan kekafiran atas keimanan dan siapa di antara kamu yang menjadikan mereka pemimpin-pemimpinmu, maka mereka itulah orang-orang yang lalim.”
TQS. 58. Al-Mujaadilah: 22.
“Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu BAPAK-BAPAK, atau ANAK-ANAK atau SAUDARA-SAUDARA atau pun KELUARGA mereka. Mereka itulah orang-orang yang Allah telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya. Dan dimasukkan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah rida terhadap mereka dan mereka pun merasa puas terhadap (limpahan rahmat) -Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan Allah itulah golongan yang beruntung.”
3. Al-Qur’an melarang menjadikan orang kafir sebagai TEMAN SETIA :
TQS. 3. Aali Imraan : 118.
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi TEMAN KEPERCAYAANMU orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudaratan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.”
TQS. 9. At-Taubah: 16.
“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan (begitu saja), sedang Allah belum mengetahui (dalam kenyataan) orang-orang yang berjihad di antara kamu dan tidak mengambil menjadi TEMAN SETIA selain Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
4. Al-Qur’an melarang SALING TOLONG dengan kafir yang akan MERUGIKAN umat islam :
TQS. 28. Al-Qashash : 86.
“Dan kamu tidak pernah mengharap agar Al Qur'an diturunkan kepadamu, tetapi ia (diturunkan) karena suatu rahmat yang besar dari Tuhanmu, sebab itu janganlah sekali-kali kamu menjadi PENOLONG bagi orang-orang kafir.”
TQS. 60. Al-Mumtahanah: 13.
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu jadikan PENOLONGMUMU yang dimurkai Allah, sesungguhnya mereka telah putus asa terhadap negeri akhirat sebagaimana orang-orang kafir yang telah berada dalam kubur berputus asa.”
5. Al-Qur’an melarang MENTAATI orang kafir untuk MENGUASAI muslim :
TQS. 3. Aali Imraan : 149 – 150.
“Hai orang-orang yang beriman, jika kamu MENTAATI orang-orang yang KAFIR itu, niscaya mereka mengembalikan kamu ke belakang (kepada kekafiran), lalu jadilah kamu orang-orang yang rugi. Tetapi (ikutilah Allah), Allahlah Pelindungmu, dan Dia-lah sebaik-baik Penolong.”
6. Al-Qur’an melarang beri PELUANG kepada orang kafir sehingga MENGUASAI muslim :
TQS. 4. An-Nisaa’ : 141.
“…..dan Allah sekali-kali tidak akan MEMBERI JALAN kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman.”
7. Al-Qur’an memvonis MUNAFIQ kepada muslim yang menjadikan kafir sebagai pemimpin :
TQS. 4. An-Nisaa’ : 138 – 139.
“Kabarkanlah kepada orang-orang MUNAFIQ bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih. (yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah.”
8. Al-Qur’an memvonis ZALIM kepada muslim yang menjadikan kafir sebagai pemimpin :
TQS. 5. Al-Maa-idah: 51.
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barang siapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang lalim.”
9. Al-Qur’an memvonis FASIQ kepada muslim yang menjadikan kafir sebagai pemimpin :
TQS. 5. Al-Maa-idah: 80 – 81.
“Kamu melihat kebanyakan dari mereka tolong-menolong dengan orang-orang yang kafir (musyrik). Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka, yaitu kemurkaan Allah kepada mereka; dan mereka akan kekal dalam siksaan. Sekiranya mereka beriman kepada Allah, kepada Nabi (Musa) dan kepada apa yang diturunkan kepadanya (Nabi), niscaya mereka tidak akan mengambil orang-orang musyrikin itu menjadi penolong-penolong, tapi kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang fasiq.”
10. Al-Qur’an memvonis SESAT kepada muslim yang menjadikan kafir sebagai pemimpin :
TQS. 60. Al-Mumtahanah : 1
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu menjadi teman-teman setia yang kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad), karena rasa kasih sayang; padahal sesungguhnya mereka telah ingkar kepada kebenaran yang datang kepadamu, mereka mengusir Rasul dan (mengusir) kamu karena kamu beriman kepada Allah, Tuhanmu. Jika kamu benar-benar keluar untuk berjihad pada jalan-Ku dan mencari keridaan-Ku (janganlah kamu berbuat demikian). Kamu memberitahukan secara rahasia (berita-berita Muhammad) kepada mereka, karena rasa kasih sayang. Aku lebih mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan. Dan barang siapa di antara kamu yang melakukannya, maka sesungguhnya dia telah TERSESAT dari jalan yang lurus.”
11. Al-Qur’an mengancam AZAB bagi yang jadikan kafir sebagai pemimpin/ teman setia :
TQS. 58. Al-Mujaadilah : 14 – 15.
“Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang menjadikan suatu kaum yang dimurkai Allah sebagai teman? Orang-orang itu bukan dari golongan kamu dan bukan (pula) dari golongan mereka. Dan mereka bersumpah untuk menguatkan kebohongan, sedang mereka mengetahui. Allah telah menyediakan bagi mereka AZAB yang sangat keras, sesungguhnya amat buruklah apa yang telah mereka kerjakan.”
12. Al-Qur’an mengajarkan doa agar muslim tidak menjadi SASARAN FITNAH orang kafir :
TQS. 60. Al-Mumtahanah : 5.
“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami (SASARAN) FITNAH bagi orang-orang kafir. Dan ampunilah kami ya Tuhan kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”
Muslim (Eks MPA): "Astaghfirullahaladzim... Ya Allah Ya Rabbi... " (Mata berkaca-kaca menahan tangis)"
Muslim: "Kenapa saudaraku?"
Muslim (Eks MPA): "Banyak sekali ayat-ayat Allah melarang memilih pemimpin kafir, Baru tau gua! Allah mengharamkan umat Islam makan daging babi aja gua taati sepenuhnya padahal ayat larangannya dalam Al-Qur'an cuma sedikit, lha ini larangan memilih pemimpin kafir ayatnya seabreg gini udah gua injak-injak? Malu aku malu ya Allah!!!... Ya Allah ya Tuhanku, ampunilah kekhilafanku, aku ingin mati dalam iman dan taat kepadamu SEPENUHNYA ya Allah... Maafkan aku ya Allah!!!..."
Muslim: "Aamiiin. Tidak ada kata terlambat wahai saudaraku. Allah Maha Pengampun, Allah Maha Pemurah. Yang penting setelah tau perintah Allah, ya kesalahannya jangan diulang lagi"
Muslim (Eks MPA): "Tentu! Terima kasih saudaraku! Sekarang gua akan memberitahukan kepada umat Islam lainnya keberadaan ayat-ayat Al-Qur'an tentang haramnya memilih pemimpin kafir"
Muslim: "Baguslah. Karena memang kewajiban sesama umat Islam untuk saling mengingatkan"
Langganan:
Postingan (Atom)